"Sistem Periodik Unsur merupakan sebuah sistem atau metode untuk mengorganisasi setiap unsur kimia. Proses organisasi unsur perlu dilakukan untuk mempermudah
mempelajari karakteristik dari setiap unsur kimia, untuk memperkirakan sifat-sifat dari unsur kimia, dan untuk memperkirakan senyawa kimia yang dapat
terbentuk dari unsur-unsur kimia tersebut. Pengenalan unsur kimia yang dimengerti dengan baik dapat mempermudah di dalam menyelesaikan setiap permasalahan
kimia yang ada."
A. Sistem Periodik Unsur
Sistem periodik unsur membagi setiap unsur ke dalam periode dan golongan. Pembagian sistem ini dibuat berdasarkan kenaikan nomor atom dan kesamaan sifat dari
setiap unsur yang ada (Purba dan Hidayat, 1994). Lajur periode yang sama digambarkan dalam lajur horizontal sedangkan lajur golongan yang sama digambarkan dalam lajur vertikal.
Setiap unsur yang mempunyai periode yang sama akan masuk dalam periode yang sama, dan sebaliknya
setiap unsur yang mempunyai periode yang berbeda akan masuk dalam periode yang berbeda, misalkan hidrogen mempunyai nomor atom 1 masuk dalam periode 1
sedangkan lithium mempunyai nomor atom 3 masuk dalam periode 2.
Sedang, setiap unsur
yang mempunyai kemiripan sifat, unsur-unsur tersebut akan digolongkan dalam golongan yang sama, misalkan natrium dan kalium dimana keduanya masuk dalam
golongan 1.
B. Penggolongan Unsur
Pemberian label pada golongan sebelumnya banyak diperdebatkan oleh para kimiawan. Para kimiawan di Amerika dan Eropa mempunyai persepsi yang berbeda. Hal ini
dikarenakan sistem yang digunakan sebelumnya, mendekati sistem periodik Mendeleev, menggunakan penggabungan antara huruf dan angka dengan beberapa penempatan
A dan B yang saling berbeda.
Secara umum, metode tersebut membagi golongan menjadi 2 golongan yaitu, golongan A dan golongan B. Unsur-unsur pada golongan A disebut sebagai golongan utama sedang
unsur-unsur pada golongan B disebut sebagai golongan transisi. Unsur-unsur yang termasuk dalam golongan utama adalah unsur-unsur dalam golongan IA, IIA,
IIIA, IVA, VA, VIA, VIIA, dan VIIIA. Sedang, unsur-unsur yang termasuk dalam golongan transisi adalah unsur-unsur dalam golongan IB, IIB, IIIB, IVB, VB, VIB,
VIIB, dan VIIIB.
International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) merekomendasikan sebuah sistem penggolongan yang lebih sederhana dengan
menggunakan penomoran 1 sampai 18 untuk mencegah kebingungan antara sistem angka dan huruf yang digunakan di Amerika dan di Eropa. Berhubung kedua sistem
masih digunakan, kedua penggolongan setiap unsur disertakan dalam tabel berkala unsur-unsur.
C. Kategori Unsur
Sistem periodik unsur membagi unsur-unsur menjadi empat kategori, yaitu logam, non logam, gas mulia (non logam khusus), dan metaloid. Unsur logam secara umum
bersifat dapat ditempa (malleable, dapat dipipihkan menjadi lembaran tipis), ductile (dapat ditarik menjadi kawat halus), konduktor kalor dan listrik yang
baik. Sifat non logam secara umum berlawanan dengan sifat logam, misalnya non logam adalah konduktor kalor dan listrik yang buruk. Sedang, metaloid adalah
unsur yang mempunyai beberapa sifat logam dan beberapa sifat non logam (Petruci et al, 2011).
D. Informasi Unsur
Setiap unsur didaftarkan dalam tabel berkala dengan menempatkan lambangnya di tengah sebuah kotak dalam tabel. Nomor atom (Z) unsur ditunjukkan diatas
lambang, dan massa atom rerata-terbobot unsur itu ditunjukkan di bawah lambangnya (Petruci et al, 2011). Informasi mengenai nomor atom dan nomor
massa dapat bermanfaat dalam menyelesaikan permasalahan mengenai perhitungan kimia. Informasi Nomor atom dari suatu unsur dapat sebagai sumber informasi
mengenai periode dari suatu unsur ataupun ikatan kimia yang mungkin dapat terjadi. Sedang, informasi Nomor massa dapat sebagai sumber informasi ketika
diperlukan informasi mengenai massa relatif dari suatu senyawa kimia.
E. Daftar Pustaka
- Petrucci, Hardwood, Herring, Madura, 2011, Kimia Dasar, Prinsip Prinsip & Aplikasi Modern, Edisi Kesembilan, Jilid 1, Erlangga, Jakarta.
- Purba, M. dan Hidayat, S., 1994, Kimia 2000 Untuk SMU Kelas 1, Erlangga, Jakarta.
Kamis, 16 Januari 2020
Kamis, 01 Juni 2017
HIDROKARBON
"Hidrokarbon merupakan sebuah senyawa yang sangat penting didalam mempelajari mengenai Kimia Organik, dengan pemahaman yang baik mengenai hidrokarbon maka proses pembelajaran mengenai Kimia Organik ataupun pembelajaran kimia secara umumnya akan dapat berlangsung dengan lebih baik."
Senyawa yang hanya mengandung karbon dan hidrogen disebut hidrokarbon (hydrocarbon). Hidrokarbon yang paling sederhana hanya mengandung satu atom karbon dan empat atom hidrogen, yaitu metana (CH4). Dengan meningkatnya jumlah atom karbon (C), jumlah atom hidrogen (H) juga meningkat secara sistematik dan hal ini bergantung pada jenis hidrokarbon.
(Sumber: Petrucci et al, 2011, hal. 90).
Hidrokarbon terbagi menjadi tiga jenis utama, yaitu sebagai berikut:
Alkana dan sikloalkana disebut hidrokarbon jenuh (saturated hydrokarbon), artinya "jenuh dengan hidrogen". Senyawa ini tak bereaksi dengan hidrogen. Senyawa yang mengandung ikatan-pi disebut tak jenuh. Dalam kondisi reaksi yang tepat, senyawa ini bereaksi dengan hidrogen, menghasilkan produk yang jenuh.
(Sumber: Fessenden, Fessenden, 1986, Jilid 1, hal. 84)
A. ALKANA
Alkana adalah hidrokarbon jenuh rantai terbuka (alifatik) yang mengandung karbon-karbon ikatan tunggal. Rumus umumnya adalah(CnH2n+2) dengan n dapat bernilai 1, 2, 3, dan seterusnya. Anggota pertama disebut metana, anggota berikutnya (C2H6) dikenal sebagai etana.
(Sumber: Dewan, 2011, hal. 53).
Beberapa anggota pertama Alkana dengan rumus molekulnya, yaitu sebagai berikut:
(Sumber: Dewan, 2011, hal. 54)
A.1. Sifat Fisika Alkana
Alkena merupakan hidrokarbon tidak jenuh yang mengandung paling sedikit satu ikatan rangkap dua. Rumus umumnya adalah (CnH2n). Dalam alkena tiap atom karbon hibridanya adalah (sp2).Kedua karbon pada sebuah ikatan rangkap dua terikat oleh sebuah ikatan σ (sigma)dan juga sebuah ikatan π (pi) yang menghasilkan tumpang tindih antara orbital asli 2pz.
(Sumber: Dewan, 2011, hal. 67)
B.1. Sifat Fisika Alkena
Alkuna merupakan hidrokarbon tidak jenuh yang memiliki rumus umum CnH2n-2. alkuna disebut juga asetilina yang memiliki paling sedikit satu ikatan karbon-karbon rangkap tiga. Anggota pertama alkuna disebut juga asetilina. Alkuna banyak dipakai untuk diubah menjadi banyak senyawa organik.
(Sumber: Dewan, 2011, hal. 85).
C.1. Sifat Fisika Alkuna
D. BENZENA
Benzena adalah sebuah senyawa aromatik. Senyawa aromatik disebut demikian karena aromanya, yaitu bau enak yang khas.(Sumber: Dewan, 2011, hal. 113)
Benzena dengan rumus C6H6 memiliki tingkat kejenuhan yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan sulitnya menentukan struktur benzena yang tepat dalam waktu lama. Namun, akhirnya Kekule memberinya struktur yang terlihat dalam gambar 1 seperti gambar dibawah ini. Meskipun demikian , struktur resonansi ini gagal menjelaskan mengenai kestabilan benzena yang tidak biasa dan juga kenyataan bahwa benzena lebih mudah mengalami substitusi daripada reaksi adisi. Benzena tidak benar-benar mengandung sebuah ikatan rangkap murni, suatu fakta yang membuktikan mengapa benzena tidak menyukai reaksi adisi.
D.1. Sifat Fisika Benzena
Benzena memiliki bau khas, tidak tercampur dengan air, larut dalam pelarut organik lain. Benzena terbakar dengan nyala api hitam. Nyala api ini mengidentifikasikan sifatnya yang sangat tidak jenuh, dengan jumlah karbon lebih dari jumlah hidrogen.
DAFTAR PUSTAKA
- Dewan, S.K. Kimia Organik Farmasi, 2011, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
- Fessenden, Fessenden, Kimia Organik, 1986, Edisi Ketiga, Jilid 1, Erlangga, jakarta.
- Petrucci, Harwood, Herring, Madura, Kimia Dasar Prinsip Prinsip & Aplikasi Modern, 2011, Edisi Kesembilan, Jilid 1, Erlangga, Jakarta.
- Anindhita, Metha Anung, Rusmalina, Siska, Modul Praktikum Kimia Organik, 2017, Universitas Pekalongan, Pekalongan.
Senyawa yang hanya mengandung karbon dan hidrogen disebut hidrokarbon (hydrocarbon). Hidrokarbon yang paling sederhana hanya mengandung satu atom karbon dan empat atom hidrogen, yaitu metana (CH4). Dengan meningkatnya jumlah atom karbon (C), jumlah atom hidrogen (H) juga meningkat secara sistematik dan hal ini bergantung pada jenis hidrokarbon.
(Sumber: Petrucci et al, 2011, hal. 90).
Hidrokarbon terbagi menjadi tiga jenis utama, yaitu sebagai berikut:
- Hidrokarbon Jenuh Hidrokarbon jenuh hanya mempunyai ikatan C-C tunggal (Alkana).
- Hidrokarbon Tak Jenuh hidrokarbon tak jenuh mempunyai ikatan C-C rangkap 2 (Alkena) atau ikatan C-C rangkap 3 (Alkuna).
- Hidrokarbon Aromatik Hidrokarbon aromatik merupakan senyawa siklik yang mempunyai sifat kimia berkaitan dengan benzena.
(Sumber: Anindhita, Rusmalina, 2017, hal. 8).
Alkana dan sikloalkana disebut hidrokarbon jenuh (saturated hydrokarbon), artinya "jenuh dengan hidrogen". Senyawa ini tak bereaksi dengan hidrogen. Senyawa yang mengandung ikatan-pi disebut tak jenuh. Dalam kondisi reaksi yang tepat, senyawa ini bereaksi dengan hidrogen, menghasilkan produk yang jenuh.
(Sumber: Fessenden, Fessenden, 1986, Jilid 1, hal. 84)
A. ALKANA
Alkana adalah hidrokarbon jenuh rantai terbuka (alifatik) yang mengandung karbon-karbon ikatan tunggal. Rumus umumnya adalah(CnH2n+2) dengan n dapat bernilai 1, 2, 3, dan seterusnya. Anggota pertama disebut metana, anggota berikutnya (C2H6) dikenal sebagai etana.
(Sumber: Dewan, 2011, hal. 53).
Beberapa anggota pertama Alkana dengan rumus molekulnya, yaitu sebagai berikut:
- Metana (CH4)
- Etana (C2H6)
- Propana (C3H8)
- Butana (C4H10)
- Pentana (C5H12)
- Heksana (C6H14)
- Heptana (C7H16)
- Oktana (C8H18)
- Nonana (C9H20)
- Dekana (C10H22)
- Unidekana (C11H24)
- Dodekana(C12H26)
(Sumber: Dewan, 2011, hal. 54)
A.1. Sifat Fisika Alkana
- Titik Didih
- Titik didih alkana rantai lurus meningkat agak teratur dengan meningkatnya massa/bobot molekulnya (20o - 25o untuk penambahan 1 C). Hal ini disebabkan karena kenaikan gaya intermolekul.
- Isomer rantai cabang memiliki titik didih lebih rendah dari n-alkana. Alasannya adalah area permukaan isomer bercabang menurunkan daya tarik intermolekul.
- Titik Lebur Titik lebur meningkat dengan meningkatnya jumlah karbon, tetapi variasinya tidak teratur. Diketahui bahwa alkana dengan nomor atom karbon genap akan mempunyai titik lebur yang lebih tinggi dari alkana yang memiliki atom karbon ganjil. Ini disebut efek alternasi (alternation). Alasannya adalah alkana dengan jumlah atom karbon genap lebih simetris dibandingkan alkana dengan jumlah karbon ganjil.
- Kelarutan Alkana non-polar tidak larut dalam pelarut polar seperti H2O dan alkohol, tetapi sangat larut dalam pelarut non-polar seperti petroleum eter, benzena, dan CCl4. Hal ini sesuai dengan aturan "like dissolve like".
- Densitas Densitas meningkat dengan meningkatnya massa molekul. Alkana lebih ringan dari air.
(Sumber: Dewan, 2011, hal. 56).
Alkena merupakan hidrokarbon tidak jenuh yang mengandung paling sedikit satu ikatan rangkap dua. Rumus umumnya adalah (CnH2n). Dalam alkena tiap atom karbon hibridanya adalah (sp2).Kedua karbon pada sebuah ikatan rangkap dua terikat oleh sebuah ikatan σ (sigma)dan juga sebuah ikatan π (pi) yang menghasilkan tumpang tindih antara orbital asli 2pz.
(Sumber: Dewan, 2011, hal. 67)
B.1. Sifat Fisika Alkena
- Titik Lebur
- Alkena memiliki titik lebur lebih tinggi daripada alkana karena memiliki elektron π (pi) yang lebih mudah terpolarisasi dibanding elektron σ (sigma). Dengan demikian alkena memiliki gaya intermolekular yang lebih kuat.
- Trans-alkena memiliki titik lebur lebih tinggi daripada bentuk cis. Hal ini disebabkan karena bentuk trans lebih simetris dari bentuk cis. Molekul-molekul simetris tersusun lebih berdekatan sehingga meningkatkan titik lebur.
- Momen Dipol Trans-alkena yang simetris memiliki momen dipol nol dan oleh sebab itu, trans-alkena bersifat non-polar. Cis-alkena memiliki sedikit momen dipol sehingga bersifat polar.
- Titik Didih
- Alkena rantai lurus memiliki titik didih lebih tinggi dibandingkan dengan isomer rantai cabang.
- Cis-alkena memiliki titik didih lebih tinggi dibandingkan dengan trans-alkena. Hal ini disebabkan karena trans-alkena bersifat non-polar sedangkan cis-alkena bersifat polar.
- Kelarutan Alkena yang kepolarannya lemah praktis tidak larut dalam pelarut polar (H2O) tetapi dapat larut dalam pelarut non-polar (CCl4, C6H6, dll).
(Sumber: Dewan, 2011, hal. 69).
Alkuna merupakan hidrokarbon tidak jenuh yang memiliki rumus umum CnH2n-2. alkuna disebut juga asetilina yang memiliki paling sedikit satu ikatan karbon-karbon rangkap tiga. Anggota pertama alkuna disebut juga asetilina. Alkuna banyak dipakai untuk diubah menjadi banyak senyawa organik.
(Sumber: Dewan, 2011, hal. 85).
C.1. Sifat Fisika Alkuna
- Bau Asetilina mempunyai bau bawang putih karena adanya fosfor PH3 yang muncul sebagai pengotor.
- Titik Lebur/Titik Didih Alkuna memiliki titik leleh dan titik didih yang lebih tinggi dari alkena atau alkana. Hal ini disebabkan karena struktur linier rangkap tiga yang tersusun dengan rapat.
- Kelarutan Karena non-polar, alkuna dapat larut dalam pelarut non-polar seperti CCl4, CHCl3 tetapi tidak larut dalam pelarut air yang polar sesuai aturan "like dissolve like".
D. BENZENA
Benzena adalah sebuah senyawa aromatik. Senyawa aromatik disebut demikian karena aromanya, yaitu bau enak yang khas.(Sumber: Dewan, 2011, hal. 113)
Benzena dengan rumus C6H6 memiliki tingkat kejenuhan yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan sulitnya menentukan struktur benzena yang tepat dalam waktu lama. Namun, akhirnya Kekule memberinya struktur yang terlihat dalam gambar 1 seperti gambar dibawah ini. Meskipun demikian , struktur resonansi ini gagal menjelaskan mengenai kestabilan benzena yang tidak biasa dan juga kenyataan bahwa benzena lebih mudah mengalami substitusi daripada reaksi adisi. Benzena tidak benar-benar mengandung sebuah ikatan rangkap murni, suatu fakta yang membuktikan mengapa benzena tidak menyukai reaksi adisi.
D.1. Sifat Fisika Benzena
Benzena memiliki bau khas, tidak tercampur dengan air, larut dalam pelarut organik lain. Benzena terbakar dengan nyala api hitam. Nyala api ini mengidentifikasikan sifatnya yang sangat tidak jenuh, dengan jumlah karbon lebih dari jumlah hidrogen.
DAFTAR PUSTAKA
- Dewan, S.K. Kimia Organik Farmasi, 2011, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
- Fessenden, Fessenden, Kimia Organik, 1986, Edisi Ketiga, Jilid 1, Erlangga, jakarta.
- Petrucci, Harwood, Herring, Madura, Kimia Dasar Prinsip Prinsip & Aplikasi Modern, 2011, Edisi Kesembilan, Jilid 1, Erlangga, Jakarta.
- Anindhita, Metha Anung, Rusmalina, Siska, Modul Praktikum Kimia Organik, 2017, Universitas Pekalongan, Pekalongan.
Minggu, 21 Mei 2017
Tata Cara Penamaan Senyawa Alkohol
"Didalam mempelajari Senyawa Alkohol, terdapat beberapa kendala yang sering dihadapi. Kendala tersebut diantaranya adalah tata cara penamaan dari Senyawa Alkohol tersebut itu sendiri."
A. Pengertian Alkohol
Alkohol adalah suatu senyawa organik yang mempunyai satu atau lebih gugus hidroksil (-OH).
B. Rumus Umum Alkohol
Secara umum, rumus umum untuk senyawa alkohol adalah sebagai berikut:
Meski demikian, rumus senyawa alkohol yang lebih mudah dipahami adalah CnH2n+1OH bila dibandingkan dengan CnH2n+2O. Hal ini dikarenakan sebagai berikut
C. Tata Cara Penamaan Alkohol
Terdapat dua cara penamaan senyawa alkohol yang secara umum dipakai saat ini, yaitu sebagai berikut
Beberapa contoh dari tata cara penamaan senyawa alkohol dapat dilihat pada Tabel 1 seperti dibawah ini.
E. Daftar Pustaka
- Dewan, S.K., 2015, Kimia Organik Farmasi, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
- Fessenden, Fessenden, 1986, Kimia Organik, Edisi Ketiga, Jilid 2, Erlangga, Jakarta.
- Petrucci, Hardwood, Herring, Madura, 2011, Kimia Dasar, Prinsip Prinsip & Aplikasi Modern, Edisi Kesembilan, Jilid 3, Erlangga, Jakarta.
A. Pengertian Alkohol
Alkohol adalah suatu senyawa organik yang mempunyai satu atau lebih gugus hidroksil (-OH).
B. Rumus Umum Alkohol
Secara umum, rumus umum untuk senyawa alkohol adalah sebagai berikut:
CnH2n+1OH / CnH2n+2O
Meski demikian, rumus senyawa alkohol yang lebih mudah dipahami adalah CnH2n+1OH bila dibandingkan dengan CnH2n+2O. Hal ini dikarenakan sebagai berikut
- Pada rumus pertama, gugus hidroksil (-OH), yang merupakan suatu ciri khas senyawa alkohol, dapat lebih mudah terlihat dan lebih mudah dimengerti bahwa senyawa tersebut merupakan senyawa alkohol.
- Hal yang kedua supaya tidak rancu dengan rumus eter dimana eter juga memiliki rumus umum CnH2n+2O.
C. Tata Cara Penamaan Alkohol
Terdapat dua cara penamaan senyawa alkohol yang secara umum dipakai saat ini, yaitu sebagai berikut
- Tata Cara IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) Langkah-langkah yang dilakukan untuk penamaan senyawa alkohol dengan tata cara IUPAC adalah sebagai berikut:
- Rantai karbon terpanjang dalam molekul yang memiliki gugus hidroksil (-OH) dipilih sebagai rantai utama/induk dan diberi penamaan sesuai dengan tata cara penamaan alkana tetapi berakhiran dengan "-ol".
- Penomoran pada rantai utama dimulai dari ujung yang terdekat dengan gugus hidroksil (-OH).
- Jika ada lebih dari satu gugus hidroksil (-OH), akhiran -ol diganti dengan -diol, -triol, dan sebagainya.
- Setiap cabang dari rantai utama disebut dengan substituen/gugus alkil dan diberi nama sesuai dengan substituen/gugus alkil tersebut.
- Posisi cabang ditunjukkan dengan awalan angka.
- Bila terdapat lebih dari satu cabang sejenis, nama cabang disebut sekali saja dan diberi awalan yang menyatakan jumlah cabang, misalnya 2 = di; 3 = tri; 4 = tetra; 5 = penta, dan seterusnya.
- Bila terdapat lebih dari satu jenis cabang, maka cabang-cabang ditulis sesuai urutan abjad. Misalnya etil ditulis lebih dulu daripada metil.
- Tata Cara TRIVIAL Tata cara TRIVIAL dinyatakan dengan nama gugus fungsi alkil yang mengikat gugus hidroksil (-OH) di ikuti dengan kata alkohol, yaitu sebagai berikut:
- Tentukan gugus alkil yang mengikat gugus hidroksil.
- Tambahkan akhiran alkohol setelah nama substituen.
Beberapa contoh dari tata cara penamaan senyawa alkohol dapat dilihat pada Tabel 1 seperti dibawah ini.
E. Daftar Pustaka
- Dewan, S.K., 2015, Kimia Organik Farmasi, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
- Fessenden, Fessenden, 1986, Kimia Organik, Edisi Ketiga, Jilid 2, Erlangga, Jakarta.
- Petrucci, Hardwood, Herring, Madura, 2011, Kimia Dasar, Prinsip Prinsip & Aplikasi Modern, Edisi Kesembilan, Jilid 3, Erlangga, Jakarta.
Pembuatan Alkena dari reduksi Alkuna
Secara umum, Alkana dapat dibuat dari Alkuna melalui "reaksi hidrogenisasi".
Meski demikian, reaksi hidrogenisasi bersifat eksoterm, dimana reaksi ini tidak berjalan secara spontan dikarenakan energi pengaktifannya yang sangat tinggi. Proses pemanasan tidak dapat mensuplai energi yang cukup untuk membawa molekul itu ke keadaan transisi.
Namun, reaksi ini akan berjalan lancar bila ditambahkan suatu katalis.
(Sumber: Fessenden, Fessenden, 1996, Jilid 1, hal. 409)
Katalis teracuni (Poisoned Catalyst) yakni katalis yang terdeaktivasi sebagian, digunakan untuk hidrogenasi suatu alkuna menjadi alkena, dan tidak terus menjadi alkana.
(Sumber: Fessenden, Fessenden, 1996, Jilid 1, hal. 410)
Untuk membuat Alkuna dari Alkena dapat digunakan dua metode, yaitu sebagai berikut:
DAFTAR PUSTAKA
- Dewan, S.K., 2015, Kimia Organik Farmasi, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta
- Fessenden, Fessenden, 1986, Kimia Organik, Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta
- Petrucci, Hardwood, Herring, Madura, 2011, Kimia Dasar Prinsip-Prinsip dan Aplikasi Modern, Jilid 3, Penerbit Erlangga, Jakarta
Meski demikian, reaksi hidrogenisasi bersifat eksoterm, dimana reaksi ini tidak berjalan secara spontan dikarenakan energi pengaktifannya yang sangat tinggi. Proses pemanasan tidak dapat mensuplai energi yang cukup untuk membawa molekul itu ke keadaan transisi.
Namun, reaksi ini akan berjalan lancar bila ditambahkan suatu katalis.
(Sumber: Fessenden, Fessenden, 1996, Jilid 1, hal. 409)
Katalis teracuni (Poisoned Catalyst) yakni katalis yang terdeaktivasi sebagian, digunakan untuk hidrogenasi suatu alkuna menjadi alkena, dan tidak terus menjadi alkana.
(Sumber: Fessenden, Fessenden, 1996, Jilid 1, hal. 410)
Untuk membuat Alkuna dari Alkena dapat digunakan dua metode, yaitu sebagai berikut:
- Dengan Katalis Lindar Katalis Lindar adalah katalis hidrogen yang dibuat dengan mengendapkan paladium pada kalsium karbonat dan mengolah campuran ini dengan timbal asetat dan kuinolina. Secara umum hasil yang didapatkan pada metode ini adalah cis-alkena.
(Sumber: Petrucci, Hardwood, Herring, 2011, Jilid 3, hal. 303)
Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
- Dengan menggunakan natrium dalam amonia cair Dengan menggunakan natrium dalam amonia cair sebagai agen hidrogenasi maka dihasilkan trans-alkena.
(Sumber: Petrucci, Hardwood, Herring, 2011, Jilid 3, hal. 303)
Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
DAFTAR PUSTAKA
- Dewan, S.K., 2015, Kimia Organik Farmasi, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta
- Fessenden, Fessenden, 1986, Kimia Organik, Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta
- Petrucci, Hardwood, Herring, Madura, 2011, Kimia Dasar Prinsip-Prinsip dan Aplikasi Modern, Jilid 3, Penerbit Erlangga, Jakarta
MEMELIHARA MUSANG PANDAN
(LUWAK)
Pengenalan Musang
Hayu.. kita memelihara musang...
Saat ini keberadaan musang di beberapa daerah sudah mulai berkurang.
Hal ini disebabkan oleh beberapa hal seperti perburuan musang, sebagian musang tidak termasuk binatang yang dilindungi, dan musang dianggap/termasuk hama bagi sebagian masyarakat Indonesia. Memelihara musang tentu saja dapat membantu keberadaan/eksistensi dari binatang itu sendiri.
Musang merupakan sebuah binatang yang sangat eksotik, unik, dan secara umum tidak menyusahkan. Musang merupakan binatang Noktunal yang secara umum lebih aktif di malam hari bila dibandingkan di siang hari. Sehingga, keaktifan binatang ini sedikit berkurang di siang hari tetapi keaktifan musang akan sangat terlihat pada waktu malam hari. Bagi sebagian penggemar musang, musang adalah binatang yang cukup menarik. Musang secara umum hanya patuh dan mengikuti si pemilik atau si pemeliharanya saja.
Jenis-Jenis Musang
Musang sendiri memiliki beberapa jenis dan berbagai macam ukuran dari yang ukuran seperti kucing (musang rase) hingga berukuran besar seperti anjing, yaitu musang binturong. Musang binturong merupakan salah satu jenis musang yang dilindungi dan saat ini jumlah persebarannya sangat terbatas.
Bau Khas
Tidak menyerupai binantang lain, musang secara umum dapat mengeluarkan bau yang sangat khas. Bebauan yang dikeluarkan oleh musang dihasilkan dari kelenjar minyak pada bagian dalam sekitar ekor musang. Pada musang pandang/luwak, bebauan yang dikeluarkan akan menyerupai bau pandan.
Makanan Musang Pandan
Di dalam memelihara binatang tentu saja makanan adalah suatu hal yang sangat dibutuhkan agar binatang tersebut dapat tetap bertahan hidup dan berkembang. Makanan yang tepat akan membuat binatang peliharaan kita dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Secara umum, makanan musang pandan tidak terlalu susah. Pada waktu kecil musang pandan dapat diberi makan dengan menggunakan bubur bayi seperti Cerelac/Promina. Makanan ini dapat diberikan sampai musang berumur dewasa.
Setelah dewasa, makanan musang dapat lebih beragam lagi. Musang dewasa menyukai berbagai macam buah-buahan seperti pisang, papaya, mangga, dan durian juga. Kerupuk terung yang disukai oleh masyakat juga termasuk makanan yang dapat dimakan oleh musang.
Rabu, 12 Oktober 2016
Perjalanan Baru
Perjalanan tidaklah seperti yang kita duga, terkadang memang banyak sekali perubahaan yang terjadi.
Semoga blog ini dapat segera berisi kembali..
Salam,
Kamis, 16 Juni 2011
Tugas Artikel Praktikum Jarkom4
Membuat Pengguna Baru (User) pada Windows Server 2003/2008
A. Membuat Local User Account
Langkah-langkah membuat Local User Account adalah sebagai berikut:
1. Masuk menu Start > Administrative Tools dan pilih Computer Management

2. Pada menu Computer Management, pilih menu Local Users and Groups

3. Klik 2x pada folder Users

4. Klik kanan pada kolom Users dan pilih New User

5. Masukkan informasi mengenai pengguna baru dan tekan tombol “Create” untuk menambahkan pengguna baru. Pada menu ini kita juga dapat menambahkan beberapa pengguna yang lain. Tombol ”Close” digunakan untuk mengakhiri menu ini.

6. Pada menu Users, nama pengguna baru tersebut akan segera ditampilkan. Secara default, pengguna baru akan diberikan limited access permissions.

B. Membuat Domain User Account
Langkah-langkah membuat Domain User Account adalah sebagai berikut:
1. Masuk menu Start > Administrative Tools dan pilih Active Directory Users and Computers

2. Pada menu Active Directory Users and Computers, pilih menu Local Users and Groups dan pilih salah satu folder dimana pengguna baru tersebut akan disimpan

3. Klik kanan pada kolom Users dan pilih New User

4. Masukkan informasi mengenai pengguna baru dan tekan tombol “Next” untuk melanjutkan proses ini.

5. Masukkan informasi mengenai password dan tekan tombol “Next” untuk melanjutkan proses ini. Jika pengguna baru tersebut akan digunakan sebagai service application seperti SQL Server maka sebaiknya tidak pilih (uncheck) User must change password at next login dan pilih (check) User cannot change password dan Password never expires pada menu tersebut.

6. Tekan tombol "Finish" untuk mengakhiri proses ini.

7. Pada menu Users, nama pengguna baru tersebut akan segera ditampilkan. Secara default, pengguna baru akan diberikan limited access permissions.

Daftar Pustaka
Sharepointgenius, 2011, “Creating a New User in Windows Server 2003/2008”, http://www.sharepointgenius.com/create-user-windows-server diakses 16 Juni 2011.
A. Membuat Local User Account
Langkah-langkah membuat Local User Account adalah sebagai berikut:
1. Masuk menu Start > Administrative Tools dan pilih Computer Management

Gambar 1
2. Pada menu Computer Management, pilih menu Local Users and Groups

Gambar 2
3. Klik 2x pada folder Users

Gambar 3
4. Klik kanan pada kolom Users dan pilih New User

Gambar 4
5. Masukkan informasi mengenai pengguna baru dan tekan tombol “Create” untuk menambahkan pengguna baru. Pada menu ini kita juga dapat menambahkan beberapa pengguna yang lain. Tombol ”Close” digunakan untuk mengakhiri menu ini.

Gambar 5
6. Pada menu Users, nama pengguna baru tersebut akan segera ditampilkan. Secara default, pengguna baru akan diberikan limited access permissions.

Gambar 6
B. Membuat Domain User Account
Langkah-langkah membuat Domain User Account adalah sebagai berikut:
1. Masuk menu Start > Administrative Tools dan pilih Active Directory Users and Computers

Gambar 7
2. Pada menu Active Directory Users and Computers, pilih menu Local Users and Groups dan pilih salah satu folder dimana pengguna baru tersebut akan disimpan

Gambar 8
3. Klik kanan pada kolom Users dan pilih New User

Gambar 9
4. Masukkan informasi mengenai pengguna baru dan tekan tombol “Next” untuk melanjutkan proses ini.

Gambar 10
5. Masukkan informasi mengenai password dan tekan tombol “Next” untuk melanjutkan proses ini. Jika pengguna baru tersebut akan digunakan sebagai service application seperti SQL Server maka sebaiknya tidak pilih (uncheck) User must change password at next login dan pilih (check) User cannot change password dan Password never expires pada menu tersebut.

Gambar 11
6. Tekan tombol "Finish" untuk mengakhiri proses ini.

Gambar 12
7. Pada menu Users, nama pengguna baru tersebut akan segera ditampilkan. Secara default, pengguna baru akan diberikan limited access permissions.

Gambar 13
Daftar Pustaka
Sharepointgenius, 2011, “Creating a New User in Windows Server 2003/2008”, http://www.sharepointgenius.com/create-user-windows-server diakses 16 Juni 2011.
Rabu, 15 Juni 2011
Tugas Praktikum Jarkom4
Instalasi Active Directory pada Windows Server 2003
Active Directory (AD) adalah sebuah direktori sistem operasi jaringan Microsoft (Microsoft’s Network Operating System Directory). Dengan AD, seorang administrator dapat mengelola semua informasi yang ada secara lebih efisien, dari sebuah tempat penyimpanan terpusat, untuk dapat didistribusikan secara global.
Untuk menginstal AD, sebuah komputer harus sudah terpasang kartu jaringan dengan baik dan hard disk yang ada harus berformat NTFS.
Terdapat beberapa cara untuk menginstal AD, yaitu sebagai berikut:
1. Melalui menu Manage Your Server
2. Melalui command windows dengan mengetikkan dcpromo, lihat langkah 6.
Langkah-langkah untuk menginstal AD, yaitu sebagai berikut:
1. Memberikan alamat IP pada jaringan LAN yang ada
Alamat IP pada jaringan dapat diisikan melalui menu start > All Programs > Control Panel > Network Connections > Local Area Connection > Properties > Internet Protocol (TCP/IP) dan kemudian isikan alamat IP 200.200.70.1 dengan alamat subnet mask 255.255.255.0. Proses ini dapat dilihat pada gambar 1

2. Melalui menu Manage Your Server
Melalui menu ini, proses dilanjutkan dengan menekan tombol Add or remove a role. Proses ini dapat dilihat pada gambar 2.

3. Setelah langkah diatas, maka proses dilanjutkan dengan menu Configure Your Server Wizard seperti pada gambar 3, dan proses dapat dilanjutkan dengan menekan tombol Next.

4. Setelah langkah diatas, maka proses dilanjutkan dengan menu Server Role. Pada menu tersebut tentukan menu komponen yang akan diinstal, yaitu menu Domain Contoller (Active Directory), dan selanjutnya menekan tombol Next. Proses ini dapat dilihat pada gambar 4 seperti dibawah ini.

5. Setelah langkah diatas, maka proses dilanjutkan dengan menu Summary of Selection. Pada menu tersebut akan ditampilkan pilihan yang telah dipilih. Proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan dan untuk melakukan perubahan maka tombol Back ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 5 seperti dibawah ini.

6. Proses-proses menginstal sebelumnya, proses tersebut dapat juga dilakukan melalui menu command windows, yaitu melalui menu Start > Run, lalu mengetikkan dcpromo pada command windows tersebut. Proses ini dapat dilihat pada gambar 6 seperti dibawah ini.

7. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog Welcome to Active Directory Installation Wizard. Proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 7 seperti dibawah ini.

8. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog Operating System Compatibility. Perhatikan kotak dialog tersebut dan proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 8 seperti dibawah ini.

9. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog Domain Controller Type. Pada kotak dialog ini terdapat dua buah menu, yaitu Domain controller for a new domain (yang berarti anda akan membuat domain baru) dan Additional domain controller for an existing domain (yang berarti anda sudah mempunyai domain lain). Dikarenakan belum adanya domain maka pilihan ditujukan pada Domain controller for a new domain dan proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 9 seperti dibawah ini.

10. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog Create New Domain. Terdapat tiga pilihan yang ada yaitu Domain in a new domain, Child domain in an existing Domain tree, dan Domain tree in an existing forest. Dikarenakan kita akan membuat domain baru maka pilihan ditujukan pada Domain in a new forest, proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 10 seperti dibawah ini.

11. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog New Domain Name. Pada proses ini masukkan nama domain yang akan digunakan, misalkan deny.stmik.net dan proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 11 seperti dibawah ini.

12. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog NetBIOS Domain Name. Pada proses ini masukkan nama Domain NetBIOS yang akan digunakan, misalkan SERVER_DENY dan proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 12 seperti dibawah ini.

13. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog Database dan Log Folders. Proses ini berhubungan dengan alamat penyimpanan data Database dan Log yang akan digunakan. Proses ini dapat menggunakan alamat secara default dan proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 13 seperti dibawah ini.

14. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog Shared System Volume. Proses ini berhubungan dengan alamat Shared System Volume yang akan digunakan. Proses ini dapat menggunakan alamat secara default dan proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 14 seperti dibawah ini.

15. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog DNS Registration Diagnostics. Proses ini berhubungan dengan DNS. Proses ini dapat menggunakan pilihan secara default dan proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 15 seperti dibawah ini.

16. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog Permissions. Proses ini berhubungan dengan ijin yang diberikan. Perhatikan pilihan yang ada dan proses dilanjutkan menyesuaikan kebutuhan yang ada. Proses ini dapat menggunakan pilihan Permission compatible only with Windows 2000 or Windows Server 2003 operating systems dan proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 16 seperti dibawah ini.

17. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog Directory Services Restore Mode Administrator Password. Proses ini berhubungan Password Restore Mode. Proses ini dapat menggunakan password administrator, untuk memudahkan mengingat password, dan proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 17 seperti dibawah ini.

18. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog Summary. Proses ini berhubungan dengan ringkasan pilihan-pilihan yang telah ditentukan pada proses sebelumnya. Perhatikan setiap informasi yang ada dan informasi dapat diubah dengan menekan tombol Back. Proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 18 seperti dibawah ini.

19. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada proses konfigurasi AD. Proses ini membutuhkan waktu beberapa menit dan proses tergantung spesifikasi komputer yang digunakan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 19 seperti dibawah ini.

20. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog Completing the Active Directory Installation Wizard. Proses konfigurasi AD akan berakhir setelah menekan tombol Finish. Proses ini dapat dilihat pada gambar 20 seperti dibawah ini.

21. Selanjutnya, proses meminta untuk melakukan boot ulang. Tekan Restart untuk melakukan boot ulang. Proses ini dapat dilihat pada gambar 21 seperti dibawah ini.

22. Setelah proses boot dan login kembali ke windows server 2003, maka kotak dialog This Server is Now a Domain Controller akan secara otomatis ditampilkan. Tekan tombol finish untuk menutup kotak dialog ini dan AD sudah terinstal secara penuh pada komputer.

23. Pengecekan instlasi AD apakah sudah terinstal atau belum, proses tersebut dapat dilakukan pada menu start > Adminstrative Tools. Pada menu tersebut , jika sudah terdapat tiga buah menu Active Directory tambahan maka AD sudah terinstal dengan baik, jika tidak maka AD belum terinstal pada komputer tersebut. Proses ini dapat dilihat pada gambar 23 seperti dibawah ini.

Daftar Pustaka
Madcoms, 2009, "Panduan Lengkap Membangun Sistem Jaringan Komputer", Andi,Yogyakarta.
Active Directory (AD) adalah sebuah direktori sistem operasi jaringan Microsoft (Microsoft’s Network Operating System Directory). Dengan AD, seorang administrator dapat mengelola semua informasi yang ada secara lebih efisien, dari sebuah tempat penyimpanan terpusat, untuk dapat didistribusikan secara global.
Untuk menginstal AD, sebuah komputer harus sudah terpasang kartu jaringan dengan baik dan hard disk yang ada harus berformat NTFS.
Terdapat beberapa cara untuk menginstal AD, yaitu sebagai berikut:
1. Melalui menu Manage Your Server
2. Melalui command windows dengan mengetikkan dcpromo, lihat langkah 6.
Langkah-langkah untuk menginstal AD, yaitu sebagai berikut:
1. Memberikan alamat IP pada jaringan LAN yang ada
Alamat IP pada jaringan dapat diisikan melalui menu start > All Programs > Control Panel > Network Connections > Local Area Connection > Properties > Internet Protocol (TCP/IP) dan kemudian isikan alamat IP 200.200.70.1 dengan alamat subnet mask 255.255.255.0. Proses ini dapat dilihat pada gambar 1

Gambar 1
2. Melalui menu Manage Your Server
Melalui menu ini, proses dilanjutkan dengan menekan tombol Add or remove a role. Proses ini dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2
3. Setelah langkah diatas, maka proses dilanjutkan dengan menu Configure Your Server Wizard seperti pada gambar 3, dan proses dapat dilanjutkan dengan menekan tombol Next.

Gambar 3
4. Setelah langkah diatas, maka proses dilanjutkan dengan menu Server Role. Pada menu tersebut tentukan menu komponen yang akan diinstal, yaitu menu Domain Contoller (Active Directory), dan selanjutnya menekan tombol Next. Proses ini dapat dilihat pada gambar 4 seperti dibawah ini.

Gambar 4
5. Setelah langkah diatas, maka proses dilanjutkan dengan menu Summary of Selection. Pada menu tersebut akan ditampilkan pilihan yang telah dipilih. Proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan dan untuk melakukan perubahan maka tombol Back ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 5 seperti dibawah ini.

Gambar 5
6. Proses-proses menginstal sebelumnya, proses tersebut dapat juga dilakukan melalui menu command windows, yaitu melalui menu Start > Run, lalu mengetikkan dcpromo pada command windows tersebut. Proses ini dapat dilihat pada gambar 6 seperti dibawah ini.

Gambar 6
7. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog Welcome to Active Directory Installation Wizard. Proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 7 seperti dibawah ini.

Gambar 7
8. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog Operating System Compatibility. Perhatikan kotak dialog tersebut dan proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 8 seperti dibawah ini.

Gambar 8
9. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog Domain Controller Type. Pada kotak dialog ini terdapat dua buah menu, yaitu Domain controller for a new domain (yang berarti anda akan membuat domain baru) dan Additional domain controller for an existing domain (yang berarti anda sudah mempunyai domain lain). Dikarenakan belum adanya domain maka pilihan ditujukan pada Domain controller for a new domain dan proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 9 seperti dibawah ini.

Gambar 9
10. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog Create New Domain. Terdapat tiga pilihan yang ada yaitu Domain in a new domain, Child domain in an existing Domain tree, dan Domain tree in an existing forest. Dikarenakan kita akan membuat domain baru maka pilihan ditujukan pada Domain in a new forest, proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 10 seperti dibawah ini.

Gambar 10
11. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog New Domain Name. Pada proses ini masukkan nama domain yang akan digunakan, misalkan deny.stmik.net dan proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 11 seperti dibawah ini.

Gambar 11
12. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog NetBIOS Domain Name. Pada proses ini masukkan nama Domain NetBIOS yang akan digunakan, misalkan SERVER_DENY dan proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 12 seperti dibawah ini.

Gambar 12
13. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog Database dan Log Folders. Proses ini berhubungan dengan alamat penyimpanan data Database dan Log yang akan digunakan. Proses ini dapat menggunakan alamat secara default dan proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 13 seperti dibawah ini.

Gambar 13
14. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog Shared System Volume. Proses ini berhubungan dengan alamat Shared System Volume yang akan digunakan. Proses ini dapat menggunakan alamat secara default dan proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 14 seperti dibawah ini.

Gambar 14
15. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog DNS Registration Diagnostics. Proses ini berhubungan dengan DNS. Proses ini dapat menggunakan pilihan secara default dan proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 15 seperti dibawah ini.

Gambar 15
16. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog Permissions. Proses ini berhubungan dengan ijin yang diberikan. Perhatikan pilihan yang ada dan proses dilanjutkan menyesuaikan kebutuhan yang ada. Proses ini dapat menggunakan pilihan Permission compatible only with Windows 2000 or Windows Server 2003 operating systems dan proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 16 seperti dibawah ini.

Gambar 16
17. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog Directory Services Restore Mode Administrator Password. Proses ini berhubungan Password Restore Mode. Proses ini dapat menggunakan password administrator, untuk memudahkan mengingat password, dan proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 17 seperti dibawah ini.

Gambar 17
18. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog Summary. Proses ini berhubungan dengan ringkasan pilihan-pilihan yang telah ditentukan pada proses sebelumnya. Perhatikan setiap informasi yang ada dan informasi dapat diubah dengan menekan tombol Back. Proses akan dilanjutkan setelah tombol Next ditekan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 18 seperti dibawah ini.

Gambar 18
19. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada proses konfigurasi AD. Proses ini membutuhkan waktu beberapa menit dan proses tergantung spesifikasi komputer yang digunakan. Proses ini dapat dilihat pada gambar 19 seperti dibawah ini.

Gambar 19
20. Setelah proses diatas, proses dilanjutkan pada kotak dialog Completing the Active Directory Installation Wizard. Proses konfigurasi AD akan berakhir setelah menekan tombol Finish. Proses ini dapat dilihat pada gambar 20 seperti dibawah ini.

Gambar 20
21. Selanjutnya, proses meminta untuk melakukan boot ulang. Tekan Restart untuk melakukan boot ulang. Proses ini dapat dilihat pada gambar 21 seperti dibawah ini.

Gambar 21
22. Setelah proses boot dan login kembali ke windows server 2003, maka kotak dialog This Server is Now a Domain Controller akan secara otomatis ditampilkan. Tekan tombol finish untuk menutup kotak dialog ini dan AD sudah terinstal secara penuh pada komputer.

Gambar 22
23. Pengecekan instlasi AD apakah sudah terinstal atau belum, proses tersebut dapat dilakukan pada menu start > Adminstrative Tools. Pada menu tersebut , jika sudah terdapat tiga buah menu Active Directory tambahan maka AD sudah terinstal dengan baik, jika tidak maka AD belum terinstal pada komputer tersebut. Proses ini dapat dilihat pada gambar 23 seperti dibawah ini.

Gambar 23
Daftar Pustaka
Madcoms, 2009, "Panduan Lengkap Membangun Sistem Jaringan Komputer", Andi,Yogyakarta.
Selasa, 19 April 2011
Tugas 2 Jarkom 4
Tugas terjemahan Cisco Discovery 4 bagian 2.2.1
Daur Hidup Sebuah Jaringan
(The Lifecycle of A Network)
Jaringan komputer berkembang dengan pesat. Jaringan komputer tidak hanya berfungsi sebagai alat penghubung antar komputer. Jaringan komputer berkembang semakin cerdas dan jaringan juga berfungsi penting di dalam mengembangkan sebuah bisnis. Berbagai bisnis berkeinginan untuk mengembangkan jaringan mereka. Dengan mengedepankan teknologi, perusahaan-perusahaan dapat menambah pelayanan dan meningkatkan produksi mereka.
Layanan Daur Hidup Cisco
Layanan Daur Hidup Cisco dirancang untuk mendukung pengembangan jaringan. Layanan Daur Hidup Cisco mempunyai enam tahapan pengembangan. Setiap tahapan didefinisikan sebagai beberapa aktivitas yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan mengoperasikan teknologi Cisco dengan baik. Disamping hal tersebut, setiap tahapan juga mendukung pengoptimalan kinerja dari daur hidup sebuah jaringan. Proses tahapan ini juga sering dikenal sebagai PPDIOO, yang merupakan gabungan dari enam huruf awal tahapan-tahapan diatas.
Enam tahapan layanan Daur Hidup Cisco adalah sebagai berikut:
- Tahapan Persiapan (Prepare)
Pada tahap ini, organisasi membuat kasus bisnis untuk meningkatkan jaringan. Hal ini juga termasuk bagaimana jaringan dapat mendukung tujuan organisasi, serta batasan keuangan untuk menambah teknologi dan jaringan baru. Tahapan ini dapat membangun batasan keuangan dengan menilai kasus bisnis untuk arsitektur yang diusulkan.
- Tahapan Perancangan (Plan)
Pada tahap ini, perancangan melibatkan identifikasi awal mengenai kebutuhan jaringan berdasarkan tujuan, fasilitas, kebutuhan pengguna, dan faktor faktor lainnya. Tahapan ini melibatkan karakteristik situs dan penetapan setiap jaringan yang ada. Tahapan ini juga melakukan analisis perbedaan untuk menentukan apakah sistem infrastrukur yang ada, situs, dan lingkungan operasional dapat mendukung sistem yang diusulkan. Sebuah rencana projek berguna untuk mengelola tugas, tanggung jawab, kejadian penting, dan sumber data yang diperlukan untuk menerapkan perubahan ke jaringan. Rancangan proyek harus disesuaikan dengan biaya, lingkup, dan parameter sumber yang ditetapkan dalam persyaratan bisnis sesungguhnya.
- Tahapan Desain (Design)
Persyaratan awal yang diturunkan dalam tahap perencanaan membutuhkan para spesialis desain jaringan. Desain spesifikasi jaringan adalah komplek, hal tersebut meliputi desain rinci yang memenuhi kebutuhan bisnis saat ini dan persyaratan teknis. Hal ini membutuhkan spesifikasi untuk mendukung kemampuan skalabilitas, ketersediaan, keamanan dan pengaturan. Spesifikasi desain adalah dasar untuk pelaksanaan kegiatan.
- Tahapan Implementasi (Implement)
Tahapan ini dilakukan setelah tahapan sebelumnya di setujui. Jaringan dibangun atau komponen tambahan dimasukkan, sesuai dengan spesifikasi desain. Tujuan tahapan ini adalah untuk menggabungkan perangkat tanpa mengganggu jaringan yang ada atau membuat titik kerentanan.
- Tahapan Operasi (Operate)
Tahapan ini adalah ujian akhir dari kesesuaian desain. Tahapan ini melibatkan penjagaan kesehatan jaringan melalui operasi sehari-hari, termasuk menjaga kesediaan dan mengurangi biaya. Deteksi kesalahan, koreksi dan pemantuan kinerja yang terjadi dalam operasi sehari-hari memberikan data awal untuk tahapan pengoptimalan.
- Tahapan Pengoptimalan (Optimize)
Tahapan ini melibatkan keaktifan manajemen dalam jaringan. Tujuan dari keaktifan manajemen adalah untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah sebelum mereka mempengaruhi organisai. Dalam proses PPDIOO, tahapan ini mungkin memberikan rekomendasi untuk mendesain ulang jaringan jika terdapat banyak masalah pada jaringan, terdapatnya kesalahan, kinerja yang tidak memenuhi harapan, atau terdapatnya aplikasi baru untuk mendukung organisasi dan dibutuhkan secara teknis.
Contoh Kasus: Jaringan pada Stadion Olahraga
Manajemen stadion bekerja dengan perusahaan jaringan untuk merenovasi dan memperbaharui jaringannya. Selama bertahun-tahun, jaringan stadion telah berkembang. Namun, sedikit pemikiran diberikan untuk tujuan dan desain bisnis infrastruktur secara keseluruhan. Beberapa proyek baru terus berjalan. Tetapi, administrator jaringan tidak memiliki pemahaman yang baik mengenai bandwidth, prioritas jaringan, dan kebutuhan lain untuk mendukung seperti jaringan yang lebih maju. Saat ini, manajemen stadion ingin untuk menambahkan fitur baru berteknologi tinggi tetapi jaringan tidak lagi mampu untuk mendukungnya. Lihat gambar 1

Tahapan dalam Daur Hidup Jaringan
Perwakilan perusahaan jaringan bertemu dengan manajemen stadion untuk membahas proses yang akan digunakan untuk mendesain jaringan yang baru. Meskipun tahap desain hanya salah satu tahapan dalam daur hidup jaringan, semua dampak tahapan PPDIOO berpengaruh dalam keputusan desain.
Dalam tahapan persiapan dan perancangan, staf desainer jaringan dan stadion mengidentifikasi tujuan bisnis dan persyaratan teknis dari organisasi dan juga kendala-kendala yang memungkinkan. Persyaratan yang didapatkan pada tahapan ini akan berpengaruh dalam keputusan pada tahapan desain.
Tahapan pelaksanaan dimulai setelah persetujuan desain. Tahapan ini mencakup penggabungan desain baru pada jaringan yang ada.
Selama tahapan operasi dan pengoptimalan, pekerja stadion akan menganalisis dan memonitor kinerja dari jaringan.
Tahapan Persiapan
Selama tahapan ini, pihak manajemen dan staf perusahaan jaringan akan mendefinisikan beberapa tujuan bisnis seperti berikut:
- Peningkatan pengalaman pelanggan
- Pengurangan biaya
- Penambahan layanan tambahan
- Dukungan ekspansi perusahaan
Tujuan-tujuan tersebut memberikan sebuah landasan untuk sebuah kasus bisnis. Kasus bisnis biasanya digunakan untuk mengatur investasi keuangan yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan perubahan teknologi. Perusahaan mempertimbangkan kemungkinan hambatan-hambatan bisnis seperti anggaran, sumber daya manusia, kebijakan dan keterbatasan jadwal.
Setelah kasus bisnis diterima, staf perusahaan jaringan akan membantu dalam pengembangan stategi dan solusi untuk teknologi mendatang.
Strategi ini meliputi
Teknologi lebih lanjut yang mendukung pengembangan jaringan untuk saat ini dan aplikasi dan layanan mendatang, dan prioritasnya berdasarkan tujuan bisnis.
Orang, proses, dan peralatan dibutuhkan untuk mendukung operasi dan manajemen dari pengembangan teknologi.
Tahapan persiapan umumnya dilakukan sebelum perusahaan mengumumkan sebuah RFP (Request For Proposal) atau RFQ (Request For Quotation). RFP dan RFQ menjelaskan kebutuhan-kebutuhan untuk jaringan baru. Hal ini termasuk infomasi mengenai proses yang perusahaan gunakan untuk membeli dan menggunakan teknologi jaringan.

Tahapan Perencanaan
Selama tahapan perencanaan, desainer jaringan akan melakukan sebuah penilaian komprehensif mengenai situs dan berbagai operasi yang dilakukan. Penilaian ini akan mengevaluasi mengenai jaringan, operasi-operasi dan infrastrukur jaringan saat ini.
Staf jaringan komputer akan mengidentifikasi semua modifikasi fisik, lingkungan dan elektrikal. Mereka akan menilai kemampuan operasi sekarang dan infrastruktur jaringan untuk mendukung pengembangan teknologi baru. Semua perubahan pada infrastrukur, SDM, proses, dan peralatan-peralatan harus diselesaikan sebelum implementasi dari teknologi baru.
Aplikasi khusus yang menambah fitur dan fungsi yang dibutuhkan dari jaringan baru juga diidentifikasi pada tahapan ini. Staf jaringan komputer akan membuat sebuah dokumen mengenai kebutuhan-kebutuhan desain.
Perencanaan Proyek
Pada tahap ini, staf perusahaan jaringan dan manajemen stadium akan membuat sebuah perencanaan untuk membantu mengelola proyek. Perencanaan proyek meliputi
- Tugas
- Jadwal dan kejadian penting
- Risiko-risiko dan kendala-kendala
- Tanggung jawab
- Sumber daya yang dibutuhkan
Perencanaan tersebut harus dalam lingkup, biaya, dan batasan sumber daya yang ditetapkan dalam tujuan sebelumnya. Baik dari pihak manajemen stadion dan perusahaan jaringan menugaskan staf mereka untuk mengelola proyek.

Tahapan Desain
Pada tahapan desain, staf perusahaan jaringan menggunakan persyaratan awal dalam tahapan perencanaan untuk melakukannya.
Dokumen persyaratan-persyaratan desain mendukung berbagai spesifikasi yang teridentifikasi dalam tahapan persiapan dan perencanaan untuk
- Kemampuan ketersediaan
- Kemampuan skalabilitas/pengembangan
- Kemampuan keamanan
- Kemampuan pengelolaan
Desain harus dapat fleksibel untuk memenuhi perubahan-perubahan ataupun tambahan-tambahan leibh lanjut mengenai tujuan ataupun kebutuhan yang tiba-tiba. Teknologi harus diintegrasikan ke dalam operasi dan infrastrukutur jaringan saat ini.
Perencanaan Instalasi
Pada akhir tahapan desain, perancang jaringan menciptakan rencana-rencana mengenai panduan instalasi dan memastikan hasil akhinya seperti yang pelanggan inginkan. Rencana-rencana tersebut meliputi
- Konfigurasi dan pengetestan konektivitas
- Menerapkan sistem yang diusulkan
- Mendemostrasikan fungsi dari jaringan
- Migrasi operasi jaringan
- Memvalidasi operasi jaringan
- Melatih pengguna akhir dan personil pendukung
Selama tahapan desain dalam peningkatan jaringan stadion, semua desain jaringan diselesaikan. Setiap penambahan peralatan dan teknologi baru ditentukan dan diuji. Sebuah tinjauan mengenai usulan desain harus disesuaikan dengan tujuan-tujuan bisnis. Sebuah proposal akhir dihasilkan untuk melanjutkan implementasi penigkatan jaringan.

Tahapan Implementasi
Tahapan implemetasi dimulai setelah perusahaan jaringan menyelesaikan desain dan pelanggan menyetujuinya. Jaringan akan dibangun sesuai spesifikasi desain yang disetujui. Tahapan implementasi menguji kesuksesan ataupun kegagalan desain jaringan.
Pengujian Jaringan Baru
Pengujian semua ataupun sebagian dari jaringan baru dalam lingkungan yang terkendali akan membantu untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan setiap masalah implementasi sebelum instalasi sebenarnya dilakukan.
Setelah masalah-mnasalah teratasi, staf jaringan komputer akan menginstal solusi baru dan mengintegrasikannya pada jaringan yang ada. Ketika instalasi selesai, pengujian tambahan dilakukan.
Pengujian penerimaan tingkatan sistem akan memerika jaringan baru memenuhi tujuan bisnis dan persyaratan-persyaratan desain. Hasil-hasil dari pengujian ini akan dicatat dan menjadi bagian dari dokumentasi yang diberikan kepada pelanggan. Setiap pelatihan yang dibutuhkan oleh staf stadion harus diselesaikan selama tahapan ini.

Tahapan Operasi
Tahapan Operasi dan pengoptimalan dilakukan. Tahapan tersebut mewakili operasi sehari-hari dari sebuah jaringan. Staf stadion memonitor jaringan dan menbangun dasar jaringan. Pemantauan ini membantu perusahaan dalam mencapai kemampuan skalabilitas, ketersediaan, keamanan, dan pengelolaan secara maksimal.
Setelah jaringan baru dibangun, petugas stadion mengelola jaringan untuk memastikan bahwa jaringan dapat bekerja seperti spesikasi yang telah ditetapkan dalam tahapan persiapan dan perencanaan.
Mendefinisikan kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur
Kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur diperlukan untuk menangani masalah-masalah jaringan seperti
- Bahaya keamanan
- Perubahan konfigurasi
- Pembelian peralatan-peralatan
Pembaharuan kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur setelah perubahan jaringan akan mengurangi masalah downtime, biaya operasi, dan isu-isu perubahan terkait. Jika sebelumnya belum ada kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur, pembuatan kebijakan dan prosedur merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

Tahapan Pengoptimalan
Pengoptimalan jaringan merupakan sebuah proses berkelanjutan. Tujuan dari hal ini adalah untuk meningkatkan kinerja dan kehandalaan jaringan dengan mengidentifikasi dan mengatasi masalah-masalah sebelum hal tersebut terjadi. Dengan melakukan hal ini, hal tersebut dapat memastikan tujuan bisnis dan persyaratan-persyaratan dari perusahaan akan terpenuhi. Masalah-masalah jaringan yang secara umum dapat ditemukan dalam tahapan ini seperti:
- Fitur tidak kompatibel
- Tidak cukupnya kapasitas link
- Kinerja peralatan bermasalah ketika beberapa fitur diaktifkan
- Kemampuan skalabilitas protokol-protokol

Dikarenakan perubahan tujuan bisnis, strategi dan operasi-operasi dari teknologi mungkin tidak dapat beradaptasi. Pada beberapa titik, desain ulang diperlukan dan siklus PPDIOO dimulai lagi.
Daur Hidup Sebuah Jaringan
(The Lifecycle of A Network)
Jaringan komputer berkembang dengan pesat. Jaringan komputer tidak hanya berfungsi sebagai alat penghubung antar komputer. Jaringan komputer berkembang semakin cerdas dan jaringan juga berfungsi penting di dalam mengembangkan sebuah bisnis. Berbagai bisnis berkeinginan untuk mengembangkan jaringan mereka. Dengan mengedepankan teknologi, perusahaan-perusahaan dapat menambah pelayanan dan meningkatkan produksi mereka.
Layanan Daur Hidup Cisco
Layanan Daur Hidup Cisco dirancang untuk mendukung pengembangan jaringan. Layanan Daur Hidup Cisco mempunyai enam tahapan pengembangan. Setiap tahapan didefinisikan sebagai beberapa aktivitas yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan mengoperasikan teknologi Cisco dengan baik. Disamping hal tersebut, setiap tahapan juga mendukung pengoptimalan kinerja dari daur hidup sebuah jaringan. Proses tahapan ini juga sering dikenal sebagai PPDIOO, yang merupakan gabungan dari enam huruf awal tahapan-tahapan diatas.
Enam tahapan layanan Daur Hidup Cisco adalah sebagai berikut:
- Tahapan Persiapan (Prepare)
Pada tahap ini, organisasi membuat kasus bisnis untuk meningkatkan jaringan. Hal ini juga termasuk bagaimana jaringan dapat mendukung tujuan organisasi, serta batasan keuangan untuk menambah teknologi dan jaringan baru. Tahapan ini dapat membangun batasan keuangan dengan menilai kasus bisnis untuk arsitektur yang diusulkan.
- Tahapan Perancangan (Plan)
Pada tahap ini, perancangan melibatkan identifikasi awal mengenai kebutuhan jaringan berdasarkan tujuan, fasilitas, kebutuhan pengguna, dan faktor faktor lainnya. Tahapan ini melibatkan karakteristik situs dan penetapan setiap jaringan yang ada. Tahapan ini juga melakukan analisis perbedaan untuk menentukan apakah sistem infrastrukur yang ada, situs, dan lingkungan operasional dapat mendukung sistem yang diusulkan. Sebuah rencana projek berguna untuk mengelola tugas, tanggung jawab, kejadian penting, dan sumber data yang diperlukan untuk menerapkan perubahan ke jaringan. Rancangan proyek harus disesuaikan dengan biaya, lingkup, dan parameter sumber yang ditetapkan dalam persyaratan bisnis sesungguhnya.
- Tahapan Desain (Design)
Persyaratan awal yang diturunkan dalam tahap perencanaan membutuhkan para spesialis desain jaringan. Desain spesifikasi jaringan adalah komplek, hal tersebut meliputi desain rinci yang memenuhi kebutuhan bisnis saat ini dan persyaratan teknis. Hal ini membutuhkan spesifikasi untuk mendukung kemampuan skalabilitas, ketersediaan, keamanan dan pengaturan. Spesifikasi desain adalah dasar untuk pelaksanaan kegiatan.
- Tahapan Implementasi (Implement)
Tahapan ini dilakukan setelah tahapan sebelumnya di setujui. Jaringan dibangun atau komponen tambahan dimasukkan, sesuai dengan spesifikasi desain. Tujuan tahapan ini adalah untuk menggabungkan perangkat tanpa mengganggu jaringan yang ada atau membuat titik kerentanan.
- Tahapan Operasi (Operate)
Tahapan ini adalah ujian akhir dari kesesuaian desain. Tahapan ini melibatkan penjagaan kesehatan jaringan melalui operasi sehari-hari, termasuk menjaga kesediaan dan mengurangi biaya. Deteksi kesalahan, koreksi dan pemantuan kinerja yang terjadi dalam operasi sehari-hari memberikan data awal untuk tahapan pengoptimalan.
- Tahapan Pengoptimalan (Optimize)
Tahapan ini melibatkan keaktifan manajemen dalam jaringan. Tujuan dari keaktifan manajemen adalah untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah sebelum mereka mempengaruhi organisai. Dalam proses PPDIOO, tahapan ini mungkin memberikan rekomendasi untuk mendesain ulang jaringan jika terdapat banyak masalah pada jaringan, terdapatnya kesalahan, kinerja yang tidak memenuhi harapan, atau terdapatnya aplikasi baru untuk mendukung organisasi dan dibutuhkan secara teknis.
Contoh Kasus: Jaringan pada Stadion Olahraga
Manajemen stadion bekerja dengan perusahaan jaringan untuk merenovasi dan memperbaharui jaringannya. Selama bertahun-tahun, jaringan stadion telah berkembang. Namun, sedikit pemikiran diberikan untuk tujuan dan desain bisnis infrastruktur secara keseluruhan. Beberapa proyek baru terus berjalan. Tetapi, administrator jaringan tidak memiliki pemahaman yang baik mengenai bandwidth, prioritas jaringan, dan kebutuhan lain untuk mendukung seperti jaringan yang lebih maju. Saat ini, manajemen stadion ingin untuk menambahkan fitur baru berteknologi tinggi tetapi jaringan tidak lagi mampu untuk mendukungnya. Lihat gambar 1

Gambar 1
Gambar Ilustrasi Kasus
Gambar Ilustrasi Kasus
Tahapan dalam Daur Hidup Jaringan
Perwakilan perusahaan jaringan bertemu dengan manajemen stadion untuk membahas proses yang akan digunakan untuk mendesain jaringan yang baru. Meskipun tahap desain hanya salah satu tahapan dalam daur hidup jaringan, semua dampak tahapan PPDIOO berpengaruh dalam keputusan desain.
Dalam tahapan persiapan dan perancangan, staf desainer jaringan dan stadion mengidentifikasi tujuan bisnis dan persyaratan teknis dari organisasi dan juga kendala-kendala yang memungkinkan. Persyaratan yang didapatkan pada tahapan ini akan berpengaruh dalam keputusan pada tahapan desain.
Tahapan pelaksanaan dimulai setelah persetujuan desain. Tahapan ini mencakup penggabungan desain baru pada jaringan yang ada.
Selama tahapan operasi dan pengoptimalan, pekerja stadion akan menganalisis dan memonitor kinerja dari jaringan.
Tahapan Persiapan
Selama tahapan ini, pihak manajemen dan staf perusahaan jaringan akan mendefinisikan beberapa tujuan bisnis seperti berikut:
- Peningkatan pengalaman pelanggan
- Pengurangan biaya
- Penambahan layanan tambahan
- Dukungan ekspansi perusahaan
Tujuan-tujuan tersebut memberikan sebuah landasan untuk sebuah kasus bisnis. Kasus bisnis biasanya digunakan untuk mengatur investasi keuangan yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan perubahan teknologi. Perusahaan mempertimbangkan kemungkinan hambatan-hambatan bisnis seperti anggaran, sumber daya manusia, kebijakan dan keterbatasan jadwal.
Setelah kasus bisnis diterima, staf perusahaan jaringan akan membantu dalam pengembangan stategi dan solusi untuk teknologi mendatang.
Strategi ini meliputi
Teknologi lebih lanjut yang mendukung pengembangan jaringan untuk saat ini dan aplikasi dan layanan mendatang, dan prioritasnya berdasarkan tujuan bisnis.
Orang, proses, dan peralatan dibutuhkan untuk mendukung operasi dan manajemen dari pengembangan teknologi.
Tahapan persiapan umumnya dilakukan sebelum perusahaan mengumumkan sebuah RFP (Request For Proposal) atau RFQ (Request For Quotation). RFP dan RFQ menjelaskan kebutuhan-kebutuhan untuk jaringan baru. Hal ini termasuk infomasi mengenai proses yang perusahaan gunakan untuk membeli dan menggunakan teknologi jaringan.

Gambar 2
Gambar Tahapan Persiapan
Gambar Tahapan Persiapan
Tahapan Perencanaan
Selama tahapan perencanaan, desainer jaringan akan melakukan sebuah penilaian komprehensif mengenai situs dan berbagai operasi yang dilakukan. Penilaian ini akan mengevaluasi mengenai jaringan, operasi-operasi dan infrastrukur jaringan saat ini.
Staf jaringan komputer akan mengidentifikasi semua modifikasi fisik, lingkungan dan elektrikal. Mereka akan menilai kemampuan operasi sekarang dan infrastruktur jaringan untuk mendukung pengembangan teknologi baru. Semua perubahan pada infrastrukur, SDM, proses, dan peralatan-peralatan harus diselesaikan sebelum implementasi dari teknologi baru.
Aplikasi khusus yang menambah fitur dan fungsi yang dibutuhkan dari jaringan baru juga diidentifikasi pada tahapan ini. Staf jaringan komputer akan membuat sebuah dokumen mengenai kebutuhan-kebutuhan desain.
Perencanaan Proyek
Pada tahap ini, staf perusahaan jaringan dan manajemen stadium akan membuat sebuah perencanaan untuk membantu mengelola proyek. Perencanaan proyek meliputi
- Tugas
- Jadwal dan kejadian penting
- Risiko-risiko dan kendala-kendala
- Tanggung jawab
- Sumber daya yang dibutuhkan
Perencanaan tersebut harus dalam lingkup, biaya, dan batasan sumber daya yang ditetapkan dalam tujuan sebelumnya. Baik dari pihak manajemen stadion dan perusahaan jaringan menugaskan staf mereka untuk mengelola proyek.

Gambar 3
Gambar Tahapan Perencanaan
Gambar Tahapan Perencanaan
Tahapan Desain
Pada tahapan desain, staf perusahaan jaringan menggunakan persyaratan awal dalam tahapan perencanaan untuk melakukannya.
Dokumen persyaratan-persyaratan desain mendukung berbagai spesifikasi yang teridentifikasi dalam tahapan persiapan dan perencanaan untuk
- Kemampuan ketersediaan
- Kemampuan skalabilitas/pengembangan
- Kemampuan keamanan
- Kemampuan pengelolaan
Desain harus dapat fleksibel untuk memenuhi perubahan-perubahan ataupun tambahan-tambahan leibh lanjut mengenai tujuan ataupun kebutuhan yang tiba-tiba. Teknologi harus diintegrasikan ke dalam operasi dan infrastrukutur jaringan saat ini.
Perencanaan Instalasi
Pada akhir tahapan desain, perancang jaringan menciptakan rencana-rencana mengenai panduan instalasi dan memastikan hasil akhinya seperti yang pelanggan inginkan. Rencana-rencana tersebut meliputi
- Konfigurasi dan pengetestan konektivitas
- Menerapkan sistem yang diusulkan
- Mendemostrasikan fungsi dari jaringan
- Migrasi operasi jaringan
- Memvalidasi operasi jaringan
- Melatih pengguna akhir dan personil pendukung
Selama tahapan desain dalam peningkatan jaringan stadion, semua desain jaringan diselesaikan. Setiap penambahan peralatan dan teknologi baru ditentukan dan diuji. Sebuah tinjauan mengenai usulan desain harus disesuaikan dengan tujuan-tujuan bisnis. Sebuah proposal akhir dihasilkan untuk melanjutkan implementasi penigkatan jaringan.

Gambar 4
Gambar Tahapan Desain
Gambar Tahapan Desain
Tahapan Implementasi
Tahapan implemetasi dimulai setelah perusahaan jaringan menyelesaikan desain dan pelanggan menyetujuinya. Jaringan akan dibangun sesuai spesifikasi desain yang disetujui. Tahapan implementasi menguji kesuksesan ataupun kegagalan desain jaringan.
Pengujian Jaringan Baru
Pengujian semua ataupun sebagian dari jaringan baru dalam lingkungan yang terkendali akan membantu untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan setiap masalah implementasi sebelum instalasi sebenarnya dilakukan.
Setelah masalah-mnasalah teratasi, staf jaringan komputer akan menginstal solusi baru dan mengintegrasikannya pada jaringan yang ada. Ketika instalasi selesai, pengujian tambahan dilakukan.
Pengujian penerimaan tingkatan sistem akan memerika jaringan baru memenuhi tujuan bisnis dan persyaratan-persyaratan desain. Hasil-hasil dari pengujian ini akan dicatat dan menjadi bagian dari dokumentasi yang diberikan kepada pelanggan. Setiap pelatihan yang dibutuhkan oleh staf stadion harus diselesaikan selama tahapan ini.

Gambar 5
Gambar Tahapan Implementasi
Gambar Tahapan Implementasi
Tahapan Operasi
Tahapan Operasi dan pengoptimalan dilakukan. Tahapan tersebut mewakili operasi sehari-hari dari sebuah jaringan. Staf stadion memonitor jaringan dan menbangun dasar jaringan. Pemantauan ini membantu perusahaan dalam mencapai kemampuan skalabilitas, ketersediaan, keamanan, dan pengelolaan secara maksimal.
Setelah jaringan baru dibangun, petugas stadion mengelola jaringan untuk memastikan bahwa jaringan dapat bekerja seperti spesikasi yang telah ditetapkan dalam tahapan persiapan dan perencanaan.
Mendefinisikan kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur
Kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur diperlukan untuk menangani masalah-masalah jaringan seperti
- Bahaya keamanan
- Perubahan konfigurasi
- Pembelian peralatan-peralatan
Pembaharuan kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur setelah perubahan jaringan akan mengurangi masalah downtime, biaya operasi, dan isu-isu perubahan terkait. Jika sebelumnya belum ada kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur, pembuatan kebijakan dan prosedur merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

Gambar 6
Gambar Tahapan Operasi
Gambar Tahapan Operasi
Tahapan Pengoptimalan
Pengoptimalan jaringan merupakan sebuah proses berkelanjutan. Tujuan dari hal ini adalah untuk meningkatkan kinerja dan kehandalaan jaringan dengan mengidentifikasi dan mengatasi masalah-masalah sebelum hal tersebut terjadi. Dengan melakukan hal ini, hal tersebut dapat memastikan tujuan bisnis dan persyaratan-persyaratan dari perusahaan akan terpenuhi. Masalah-masalah jaringan yang secara umum dapat ditemukan dalam tahapan ini seperti:
- Fitur tidak kompatibel
- Tidak cukupnya kapasitas link
- Kinerja peralatan bermasalah ketika beberapa fitur diaktifkan
- Kemampuan skalabilitas protokol-protokol

Gambar 7
Gambar Tahapan Pengoptimalan
Gambar Tahapan Pengoptimalan
Dikarenakan perubahan tujuan bisnis, strategi dan operasi-operasi dari teknologi mungkin tidak dapat beradaptasi. Pada beberapa titik, desain ulang diperlukan dan siklus PPDIOO dimulai lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)









